Berita  

Cegah Stunting di Kawasan Pesisir, Bupati Sutinah Gaungkan GEMARIKAN dan Berseloroh Soal Nelayan Dukung Argentina

MAMUJU – Pemerintah Kabupaten Mamuju terus menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir, tidak hanya melalui perlindungan nelayan tetapi juga upaya meningkatkan kualitas gizi keluarga. Hal itu ditunjukkan Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sutinah Suhardi, saat menghadiri Festival Nelayan Mamuju Keren di Kompleks KNMP, Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Sabtu (18/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sutinah menggaungkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) sebagai salah satu langkah strategis mencegah stunting di wilayah pesisir. Menurutnya, Mamuju memiliki potensi perikanan yang melimpah sehingga keluarga nelayan seharusnya menjadi kelompok pertama yang menikmati manfaat gizi dari hasil laut.

“Ikan hasil tangkapannya jangan dijual semua lalu uangnya dipakai beli mi instan. Asupan ikan untuk anak dan keluarga itu sangat baik dan krusial untuk pencegahan stunting. Konsumsi dulu gizi terbaik untuk keluarga kita,” ujar Sutinah di hadapan ratusan warga pesisir.

Ia menegaskan, ikan merupakan sumber protein dan omega-3 yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menekan angka stunting di Kabupaten Mamuju.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, Safruddin DM, mendorong masyarakat pesisir, khususnya kaum perempuan, untuk mengolah hasil tangkapan nelayan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, inovasi pengolahan hasil laut juga diharapkan dapat mendorong anak-anak semakin gemar mengonsumsi ikan.

Di sela-sela kegiatan, suasana festival sempat mencair ketika Bupati Sutinah menyinggung antusiasme masyarakat menyambut final Piala Dunia 2026. Ia mengaku mendapat informasi bahwa sebagian nelayan memilih menunda melaut demi menyaksikan pertandingan puncak.

“Kalau ada nelayan yang libur melaut karena ingin menonton final Piala Dunia, tidak apa-apa. Itu juga hiburan bagi mereka setelah bekerja keras di laut,” katanya disambut tawa warga. Sutinah bahkan berseloroh bahwa masyarakat tidak perlu terlalu mempermasalahkan apabila harga ikan sedikit naik akibat berkurangnya aktivitas melaut.

“Kita bayar ikan sedikit lebih mahal dulu, yang penting nelayan kita senang dan terhibur,” ujarnya. Candaan itu kembali disambut riuh ketika Sutinah menambahkan tim yang dijagokannya di partai final.
“Yang pasti, Argentina juara,” ucapnya, memancing sorak dan tepuk tangan para peserta festival.

Perpaduan antara pesan tentang pentingnya pemenuhan gizi, pemberdayaan masyarakat pesisir, dan candaan yang dekat dengan keseharian warga membuat Festival Nelayan Mamuju Keren berlangsung hangat. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju berharap kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi ikan semakin meningkat, sementara kesejahteraan nelayan dan keluarga pesisir terus menjadi perhatian utama.
(Diskominfosip/RN)