Berita  

Bupati Mamuju Harapkan Pramuka dan PMR Tetap Jadi Kegiatan Ekstrakurikuler Andalan di Sekolah

MAMUJU- Bupati Mamuju Hj. Sitti Sutinah Suhardi, secara resmi membuka Acara Orientasi Kepramukaan Majelis Pembimbing Gugus Depan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Mamuju. Acara yang digelar di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Mamuju, Jum’at, 7/08/2026 dihadiri oleh, Perwakiilan Pusdatin Kwartir Nasional, Muh. Imam Algazali, Kepala Disdikpora Kab. Mamuju, Hj. Khatmah Ahmad, Ketua Kwarcab Mamuju yang juga ketua Panitia Febrianto Wijaya, serta ratusan para kepala sekolah Tingkat SD dan SMP lingkup Kabupaten Mamuju.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan kepada seluruh kepala sekolah di Kabupaten Mamuju kembali mengaktifkan kegiatan kepramukaan di lingkungan sekolah. Menurutnya, Pramuka menjadi salah satu sarana penting untuk membentuk karakter Generasi Alfa yang tumbuh di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media digital. Saat ini aktivitas kepramukaan semakin berkurang di sekolah-sekolah. Utamanya Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) yang dahulu hampir selalu digelar, namun kini hanya dilaksanakan oleh segelintir sekolah.

“Dulu hampir semua sekolah melaksanakan Persami. Sekarang saya bertanya, siapa yang masih rutin melaksanakan ? Ternyata tinggal beberapa sekolah saja. Padahal dulu hampir semua sekolah melaksanakannya,” ujar Sutinah.

Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kwarcab Mamuju itu mengatakan pembentukan karakter peserta didik saat ini menjadi tantangan yang tidak ringan. Menurutnya, Generasi Alfa memiliki karakter yang berbeda dibanding generasi sebelumnya sehingga membutuhkan ruang pembinaan yang mampu melatih kedisiplinan, kepemimpinan, tanggungjawab, dan kepedulian sosial.

“Sekarang kita menghadapi Generasi Alfa. Karakter mereka berbeda dengan generasi sebelumnya. Sedikit-sedikit maunya healing. Karena itu pembentukan karakter melalui Pramuka menjadi semakin penting agar mereka mandiri, berani, mampu bekerja sama, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Sutinah menegaskan, keberhasilan pembinaan kepramukaan tidak hanya bergantung pada pembina Pramuka, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari kepala sekolah sebagai Ketua Mabigus. Ia meminta para kepala sekolah aktif memfasilitasi kegiatan kepramukaan agar kembali menjadi bagian dari budaya sekolah serta menjadikan Pramuka atau kegiatan PMR jadi kegiatan Ekstrakurikuler andalan setiap Sekolah.

Kegiatan pramuka akan melahirkan para calon pemimpin di masa depan. Karena menurutnya, Beliau yang hanya mengikuti pramuka sampai Jenjang SD bisa jadi Bupati, maka generasi saat ini yang ikut pramuka sampai ke Jenjang SMP, SMA dan seterusnya bisa jadi generasi-generasi unggul di masa depan.

Melalui orientasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamuju berharap sinergi antara sekolah dan Gerakan Pramuka semakin kuat sehingga kegiatan kepramukaan kembali hidup dan mampu mencetak generasi muda yang berkarakter serta siap menghadapi tantangan masa depan. (Diskominfosip/AS)