Berita  

Gubernur Targetkan Produksi Padi 12 Ton per Hektar, DPR RI Gelontorkan Alsintan untuk Petani Mamuju

MAMUJU,— Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menargetkan produksi padi di daerahnya mencapai 10–12 ton per hektar. Target tersebut didorong melalui peningkatan produktivitas lahan dan indeks pertanaman.

Hal itu disampaikan Suhardi saat menghadiri kegiatan Molimbo atau Musyawarah Turun Tanam di Lingkungan Pure, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi dan turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI Zulfikar Suhardi.

Suhardi mengatakan peningkatan produksi pertanian perlu diikuti dengan peningkatan indeks pertanaman.

Saat ini, indeks pertanaman di Sulawesi Barat disebut berada di kisaran 1,4 kali tanam per tahun. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi dua kali tanam dalam setahun.

Selain itu, petani didorong menerapkan sistem tanam jajar legowo untuk meningkatkan produktivitas lahan.

“Target kita produksi bisa mencapai 10 sampai 12 ton per hektar,” ujar Suhardi.

Menurut dia, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai target tersebut. Terutama bagi lahan sawah yang masih bergantung pada curah hujan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, kata Suhardi, juga menyiapkan dukungan pompa air, termasuk pompa bertenaga listrik dan tenaga surya.

Suhardi juga mengingatkan pentingnya menjaga lahan pertanian produktif.

Ia meminta Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) tidak dialihfungsikan sehingga ketersediaan lahan pangan tetap terjaga.

Menurutnya, peningkatan produktivitas pertanian harus berjalan bersamaan dengan perlindungan lahan.

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Demokrat, Zulfikar Suhardi menyerahkan secara simbolis bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada petani.

Bantuan yang diserahkan antara lain combine harvester, traktor roda empat, mesin pompa air atau dompeng, benih padi dan jagung, serta dukungan pembangunan irigasi dan jalan tani.

Zulfikar mengatakan bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung petani meningkatkan efisiensi produksi.

Penggunaan alsintan diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan lahan dan panen sekaligus membantu menekan biaya produksi.

Namun, Zulfikar mengingatkan agar bantuan yang diberikan dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani.

Sementara itu, Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi meminta bantuan alat dan mesin pertanian tidak hanya dikuasai oleh ketua kelompok tani atau sebagian anggota.

Menurut Sutinah, alsintan merupakan bantuan pemerintah yang harus memberikan manfaat kepada seluruh anggota kelompok.

“Bantuan ini milik bersama. Tidak boleh diperjualbelikan dan tidak boleh hanya dikuasai oleh ketua kelompok tani saja. Semua anggota harus merasakan manfaatnya secara merata,” kata Sutinah.

Ia juga meminta petani menjaga bantuan yang telah diberikan dan menggunakannya sesuai kebutuhan.

Molimbo di Kalukku menjadi momentum untuk memperkuat sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten dalam meningkatkan produksi pangan, menyediakan sarana pertanian, serta menjaga keberlanjutan lahan pertanian.
(Diskominfosip/AS)