Berita  

Kunjungan Posyandu di Perkotaan Mamuju Rendah, Pemkab Dorong Transformasi Layanan

MAMUJU — Pemerintah Kabupaten Mamuju menghadapi persoalan rendahnya partisipasi warga dalam layanan Posyandu. Di sejumlah wilayah perkotaan, tingkat kunjungan bahkan tercatat hanya sekitar 30 persen. Bupati Mamuju Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH., M.Si. menyebut kondisi itu saat membuka Jambore Kader Posyandu 2026 di Atrium Mall Matos Mamuju, Selasa, 1 September 2026.

“Ada Posyandu yang kunjungannya mencapai 100 persen, tetapi ada juga yang di bawah 50 persen, bahkan cuma 30 persen,” kata Sutinah. Menurutnya, persoalan itu antara lain ditemukan di Kecamatan Mamuju, Simboro, dan Kalukku. Ketiganya merupakan kawasan dengan konsentrasi penduduk yang relatif tinggi.

Rendahnya kunjungan menjadi persoalan bagi pemerintah karena Posyandu merupakan salah satu pintu pemantauan kesehatan masyarakat. Untuk anak, layanan tersebut berperan dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan serta mendeteksi risiko gangguan gizi, termasuk stunting.

Sutinah mengatakan Pemerintah Daerah perlu mengubah cara pandang terhadap Posyandu. Layanan ini, kata dia, tidak boleh lagi dipahami hanya sebagai tempat menimbang balita. Posyandu kini diarahkan melayani masyarakat dalam berbagai tahapan kehidupan. Pelayanannya mencakup pencegahan stunting, imunisasi, edukasi bagi remaja, pelayanan ibu dan anak, hingga layanan bagi warga lanjut usia.

Perubahan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024. Aturan itu memperluas peran Posyandu dalam mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal : Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Sosial, serta Ketenteraman, Ketertiban umum, dan Perlindungan Masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Mamuju juga menyiapkan pembenahan fasilitas. Salah satu persoalan yang hendak diselesaikan adalah keberadaan Posyandu yang belum memiliki bangunan permanen. Jambore Posyandu tahun ini mengangkat tema “Kader Terampil, Posyandu Aktif, Masyarakat Sehat”. Bagi pemerintah daerah, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan kader, tetapi juga ruang untuk meningkatkan kemampuan dan berbagi pengalaman.

Sutinah memberikan penghargaan kepada Yatmiati, kader yang mewakili Sulawesi Barat dalam Ajang Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Barat 2026. Penghargaan juga diberikan kepada Posyandu Teratai atas kontribusinya dalam pelayanan masyarakat. Namun, penguatan kader saja tidak cukup. Pemerintah membutuhkan keterlibatan tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, dan terutama masyarakat.Sebab, transformasi Posyandu pada akhirnya akan diuji bukan hanya dari bertambahnya jenis layanan, melainkan dari kesediaan warga menggunakannya.
(Diskominfosip/AS)