MAMUJU — Sebanyak 133 petani kelapa sawit asal Kabupaten Mamuju mengikuti Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026. Pelatihan yang berlangsung di Grand Maleo Hotel, Mamuju, pada 6–12 September 2026 itu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, dan kemampuan petani mengelola perkebunan secara berkelanjutan. Pelatihan tersebut diselenggarakan PT Citra Widya Education bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat yang mewakili Gubernur Sulawesi Barat.
Pemerintah Kabupaten Mamuju menyatakan dukungannya terhadap program peningkatan kompetensi petani tersebut.
Bupati Mamuju yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju, Andi Iwan Sumantri, dalam sambutannya menguraikan Pemerintah Daerah menilai peningkatan kapasitas petani penting untuk memperkuat posisi kelapa sawit sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
“Petani dituntut untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas agar hasil panen mampu bersaing di pasar global, sekaligus tetap menjaga prinsip perkebunan yang berkelanjutan,” kata Andi saat membacakan sambutan Bupati Mamuju.
Pelatihan terdiri atas dua fokus. Pertama, pelatihan teknis budidaya kelapa sawit yang diikuti 98 peserta dan dibagi dalam tiga kelas. Kedua, pelatihan teknis panen dan pasca panen yang diikuti 35 peserta dalam satu kelas. Materi panen dan pasca panen menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kualitas Tandan Buah Segar (TBS) dan potensi kehilangan hasil atau losses. Penanganan yang tepat sejak proses panen hingga pengiriman ke pabrik diharapkan dapat menjaga mutu TBS sekaligus mengurangi kehilangan produksi. Bagi Pemerintah Daerah, peningkatan produktivitas tidak cukup hanya dilakukan melalui penambahan produksi. Petani juga perlu memahami praktik budidaya, teknik panen, dan penanganan pascapanen yang sesuai agar kualitas hasil tetap terjaga.
Pemerintah Kabupaten Mamuju berharap pelatihan tersebut memberikan dampak langsung terhadap pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat. Pemerintah Kabupaten juga mendorong keberlanjutan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, penyelenggara pelatihan, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus memperkuat kesejahteraan petani kelapa sawit rakyat di Kabupaten Mamuju.
(Diskominfosip/AS)
