Berita  

Bupati Mamuju Ajak Warga Teladani Rasulullah : Masjid Harus Jadi Rumah Bersama

MAMUJU — Masjid tidak cukup hanya ramai saat waktu salat. Bagi Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, Masjid juga harus menjadi ruang bersama untuk belajar, bersilaturahmi, membangun kepedulian sosial, dan memperkuat kehidupan umat.

Pesan itu disampaikan Sutinah saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Raya Suada Mamuju, Sabtu (12/9/2026).

Peringatan Maulid yang mengusung tema “Dengan Meneladani Rasulullah SAW Kita Wujudkan Masyarakat yang Rukun dan Berakhlak Mulia” tersebut dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus dan Majelis Taklim Masjid Raya Suada Masa Bakti 2025–2030.

Dalam sambutannya, Sutinah mengingatkan masyarakat agar Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW justru harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun hubungan sosial yang rukun, harmonis, dan saling menghargai.

“Rasulullah SAW adalah teladan terbaik bagi kita semua. Melalui peringatan Maulid ini, mari kita bersama-sama mempererat tali silaturahmi dan mewujudkan kehidupan masyarakat Mamuju yang rukun, harmonis, serta berakhlak mulia,” ujar Sutinah.

Sutinah juga memberikan apresiasi kepada pengurus Masjid Raya Suada yang baru dilantik. Di saat yang sama, ia menyampaikan penghargaan kepada pengurus periode sebelumnya atas pengabdian yang telah diberikan.

Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan sekaligus memperkuat berbagai aktivitas keagamaan dan sosial di masjid tersebut.

Bagi Sutinah, masjid memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat menjalankan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat.

“Masjid Raya Suada adalah kebanggaan kita bersama. Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga menjadi rumah bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, mempererat silaturahmi, serta membangun kemaslahatan bersama,” katanya.

Ia pun mengaku senang melihat aktivitas di Masjid Raya Suada yang tetap hidup dan berlangsung hampir setiap hari.

Karena itu, ia mendorong agar kondisi tersebut terus dipertahankan dan dikembangkan melalui program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Sutinah juga menyampaikan gagasan mengenai pengelolaan Masjid Raya Suada ke depan.

Pemerintah Kabupaten Mamuju, kata dia, telah menyelesaikan pembangunan fisik masjid. Tahap berikutnya adalah memastikan masjid tersebut memiliki tata kelola yang kuat dan berkelanjutan.

Ia menyarankan agar pengelolaan Masjid Raya Suada dapat dilakukan melalui yayasan resmi sehingga manajemen masjid dapat berjalan lebih profesional.

“Pemerintah daerah telah menyelesaikan pembangunan fisik Masjid Raya Suada. Untuk pengelolaan ke depan, kami menyarankan agar dapat dikelola oleh yayasan secara profesional,” ujar Sutinah.

Dengan pengelolaan tersebut, ia berharap pengurus masjid dan majelis taklim dapat lebih fokus menjalankan program pemberdayaan umat.

Bukan sekadar menjaga masjid tetap aktif, tetapi juga menjadikannya sebagai pusat kegiatan masyarakat.

“Dengan begitu, pengurus dan majelis taklim dapat lebih fokus menjalankan program-program pemberdayaan umat dan memakmurkan masjid secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Raya Suada juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan, kerukunan, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mamuju.
(Diskominfosip/AS)