MAMUJU — Bupati Mamuju membuka kegiatan Molimbo atau Musyawarah Turun Tanam di Lingkungan Pure, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Senin, 10 Agustus 2026. Forum yang merupakan kearifan lokal masyarakat tani Mamuju itu digunakan pemerintah untuk menyusun strategi musim tanam sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Barat, Dr. Suhardi Duka, anggota DPR RI Komisi IV, Zulfikar Suhardi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBRMP), Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat, serta ratusan petani dari sejumlah kelompok tani.
Dalam sambutannya, Bupati Mamuju menilai Molimbo tidak semestinya berhenti sebagai tradisi tahunan. Menurut dia, forum tersebut perlu menjadi ruang untuk menyatukan pemerintah, penyuluh, dan petani dalam menentukan pola dan waktu tanam.
“Molimbo atau Musyawarah Turun Tanam adalah tradisi kearifan lokal masyarakat tani Mamuju yang telah lama kita jaga bersama. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan forum strategis untuk menyatukan langkah antara pemerintah, penyuluh, dan petani,” kata Bupati.
Musyawarah itu membahas sejumlah aspek teknis pertanian, antara lain perkiraan curah hujan, pemupukan presisi, pemetaan potensi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), pemilihan varietas unggul, hingga penetapan jadwal tanam terpadu untuk periode Oktober 2026 hingga Maret 2027.
Bupati menekankan pentingnya keserentakan waktu tanam antar kawasan. Pola tersebut dinilai dapat membantu mengendalikan serangan hama sekaligus membuat pengelolaan pertanian lebih terkoordinasi.
Selain musyawarah, pemerintah menyerahkan bantuan benih, pupuk, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani.
Bupati meminta penerima bantuan menggunakan fasilitas tersebut sesuai peruntukannya. Ia juga mengingatkan agar bantuan tidak diperjualbelikan dan manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pengurus kelompok.
“Tolong betul-betul dimanfaatkan dengan baik, jangan ada yang memperjualbelikan. Bantuan untuk kelompok harus dirasakan oleh seluruh anggota, bukan hanya ketua kelompoknya saja,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, termasuk Anggota Komisi IV DPR RI serta Kementerian terkait, atas dukungan terhadap sektor pertanian di Mamuju.
Pada kesempatan itu, pemerintah juga meluncurkan proyek perubahan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamuju bertajuk GERAK LEGOWO MAMUJU.
Program tersebut diarahkan untuk mendorong penerapan pola tanam jajar legowo guna meningkatkan produktivitas padi. Pemerintah Kabupaten Mamuju berharap program itu dapat memperkuat produksi pangan sekaligus mempertahankan Mamuju sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Barat.
Melalui Molimbo, pemerintah daerah ingin memastikan keputusan mengenai musim tanam tidak hanya ditentukan berdasarkan kebiasaan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi iklim, serangan hama, ketersediaan sarana produksi, dan kesiapan petani.
(Diskominfosip/AS)
