Berita  

Bupati Sutinah Paparkan Capaian Pembangunan pada Hari Jadi Mamuju ke-486

MAMUJU – Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi menegaskan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga laju pembangunan Kabupaten Mamuju di tengah keterbatasan anggaran. Hal itu disampaikan saat Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Mamuju dalam rangka Hari Jadi Mamuju ke-486, Selasa (14/7).

Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Mamuju Syamsuddin Hatta tersebut dihadiri Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana, Anggota DPD RI sekaligus mantan Bupati Mamuju Almalik Pababari, Maradika Mamuju Bau Akram Dai, unsur FORKOPIMDA, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Sutinah mengatakan tema Hari Jadi Mamuju tahun ini, “Mamuju Marendeng”, merepresentasikan harapan agar Mamuju terus berkembang menjadi daerah yang aman, damai, dan semakin sejahtera.

“Secara etimologi, tema ini membawa esensi harapan, keteguhan, dan doa terbaik kita bersama agar Mamuju senantiasa tumbuh dan berkembang dengan baik, berada dalam kondisi aman dan damai, serta bermuara pada hadirnya masyarakat yang lebih sejahtera,” ujar Sutinah.

Ia mengungkapkan, sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Mamuju meningkat dari 71,86 pada 2024 menjadi 72,77 pada 2025. Pendapatan per kapita masyarakat juga naik 4,13 persen, dari Rp. 53,96 juta menjadi Rp. 58,09 juta.

Menurut Sutinah, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Daerah, DPRD, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat, serta dukungan seluruh elemen masyarakat.

Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kabupaten tetap melanjutkan preservasi sejumlah ruas jalan perkotaan, antara lain Jalan Pettarani, Jalan Nelayan, Jalan Hertasning, Jalan Dahlia, Jalan KH Muhammad Tahir, Jalan Atiek Suteja, dan Jalan Monginsidi. Penanganan Jalan Yos Sudarso dan Jalan Martadinata juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

Selain pembangunan fisik, Pemerintah Daerah terus menjalankan program sosial, seperti Taki Asuh Stunting, Gerakan Pangan Murah, dan layanan Kesehatan Gratis. Pada momentum Hari Jadi Mamuju ke-486, Pemerintah Kabupaten meluncurkan Buku Pembelajaran Bahasa Mamuju sebagai muatan lokal bagi siswa SD dan SMP.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Mamuju mencanangkan Gerakan Taki Ma’bahasa Mamuju, yakni penggunaan Bahasa Mamuju setiap hari Selasa di lingkungan sekolah dan instansi pemerintah.

Sementara itu, Ketua DPRD Mamuju Syamsuddin Hatta mengatakan peringatan Hari Jadi Mamuju menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pembangunan daerah. Ia juga menyampaikan bahwa DPRD bersama Pemerintah Daerah terus mendorong pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kota Mamuju, menyusul hasil uji kelayakan yang menyatakan Mamuju telah memenuhi persyaratan pemekaran.

Menutup sambutannya, Sutinah mengajak seluruh komponen masyarakat menjaga semangat gotong royong dan kolaborasi agar cita-cita “Mamuju Marendeng” dapat diwujudkan melalui pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
(Diskominfosip/AS)