MAMUJU – Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, berharap kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Kabupaten Mamuju dapat mendorong tindak lanjut pemerintah pusat terhadap berbagai aspirasi pembangunan masyarakat. Harapan tersebut disampaikan Sutinah usai mendampingi sejumlah agenda kunjungan Wapres di Mamuju, Senin, 2 November 2026.
Salah satu agenda yang dihadiri Wapres yakni perayaan satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang (IMTK) di Tamalea, Desa Bonehau, Kecamatan Bonehau. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Sinode GKSB, Pendeta Mardi Tamandalan, menyampaikan sejumlah kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan jalan, jaringan internet, fasilitas kesehatan, tenaga pendidik hingga kantor sinode.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sutinah berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan di wilayah Kalumpang. Secara khusus, ia mengharapkan jalan penghubung Bonehau–Kalumpang yang saat ini berstatus jalan provinsi dapat ditingkatkan menjadi jalan nasional.
“Karena memang jalan, terutama jalan dari Bonehau sampai Kalumpang, itu merupakan jalan provinsi. Kita berharap, sebagaimana harapan masyarakat juga, agar jalan tersebut bisa menjadi jalan nasional,” ujar Sutinah. Menurutnya, peningkatan status jalan tersebut diharapkan membuka peluang intervensi lebih besar dari Pemerintah Pusat, terlebih Kalumpang berbatasan langsung dengan wilayah Sulawesi Selatan dan menjadi jalur penghubung antar Provinsi.
Sutinah mengapresiasi kehadiran Wapres yang telah menyempatkan waktu bertemu masyarakat Kalumpang dan mendengarkan langsung berbagai aspirasi, termasuk kondisi yang dihadapi para petani kakao.
“Terima kasih Bapak Wakil Presiden telah menyempatkan waktunya untuk berkunjung, melihat, dan berkumpul dengan para petani kakao kita. Mudah-mudahan kegiatan Bapak Wakil Presiden bisa membawa berkah untuk kita,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Wapres Gibran menyatakan akan meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka serta para Bupati untuk menangani berbagai persoalan di daerah 3T.
“Kita ingin permasalahan-permasalahan di daerah 3T ini bisa diselesaikan. Kita akan terus berkomunikasi dan juga memberikan perhatian serta prioritas, dengan tetap mengedepankan kemampuan fiskal di masing-masing daerah,” kata Gibran.
Selain menghadiri perayaan satu abad IMTK, Wapres juga mengunjungi sentra kakao untuk bertemu para petani. Momentum tersebut diharapkan turut mendorong pengembangan kakao sebagai komoditas unggulan daerah.
Sutinah mengatakan, Pemerintah Kabupaten sangat mengharapkan kakao dapat menjadi sektor unggulan di Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Mamuju.
“Pemerintah Kabupaten sangat-sangat mengharapkan agar tanaman kakao bisa menjadi sektor unggulan di Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Mamuju,” ungkapnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Wapres juga meninjau program bedah rumah atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Mamuju.
(Diskominifosip/IF)
