Berita  

HLM Pengendalian Inflasi, Bahan Pokok Harus Tersedia dan Terjangkau oleh Masyarakat

Bupati Mamuju, Hj. Sitti Sutinah Suhardi, membuka secara resmi High Level Meeting Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mamuju. Acara digelar di Lantai 3 Kantor Bupati Mamuju, dihadiri Plt. Deputi Bank Indonesia Sulbar, Sofyan Rendy Ardiansyah, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju H. Suaib, Perwakilan Biro Ekbang dan ADM Pembangunan Sekretariat Provinsi Sulawesi Barat. Serta dihadiri oleh Kepala BPS Kabupaten Mamuju, Sundari Budiani, Perwakilan Bulog, Subdrive, Perwakilan Perbankan, Kepala Baznas Kabupaten Mamuju, Pimpinan PD dan Kabag Lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Mamuju.

Bupati Mamuju dalam sambutannya menguraikan kondisi negara kita saat ini dimana sedang terjadi musim kemarau yang berkepanjangan akibat fenomena El Nino yang dialami oleh hampir seluruh wilayah termasuk di Kabupaten Mamuju. Semakin diperparah dengan terjadinya kelangkaan BBM yang mengakibatkan antrian panjang di setiap SPBU. Hal ini tentu akan memberikan dampak di berbagai sektor dalam pemenuhan kebutuhan hidup Masyarakat sehari-hari.
“Hal ini menjadi perhatian kita semua, utamanya pada bulan September ini, terjadi lonjakan harga pangan untuk beberapa kebutuhan pokok seperti telur, cabai, ayam. Oleh karena itu, saya mengajak kepada kita semua untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan dengan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM).”

Melalui High Level Meeting, Pemerintah Kabupaten Mamuju mengharapkan adanya solusi dan menyamakan persepsi serta merumuskan strategi dalam pengendalian inflasi di Kabupaten Mamuju. Pengendalian Inflasi di daerah membutuhkan sinergi dan kolaborasi semua stakeholder yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah.
“Hari ini kita mengadakan High Level Meeting Pengendalian Inflasi Tingkat Kabupaten Mamuju untuk menyamakan persepsi dengan semua unsur antara lain Pemerintah Provinsi, BI, Unsur Forkopimda, BPS, Bulog dan Stakeholder lainnya untuk menyamakan persepsi agar perekonomian di Kabupaten Mamuju bisa meningkat dan Inflasi bisa kita kendalikan. Alhamdulillah selama ini, masih dalam batas terkendali tidak tinggi dan tidak deflasi juga. Bahan-bahan pokok juga bisa terjangkau dan tersedia, Karena percuma harga terjangkau, kalau bahan pokok tersebut tidak tersedia.”

Terkait antrian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sangat meresahkan masyarakat, Pemerintah Daerah telah mengambil antisipasi dengan memberikan rekomendasi atas permohonan penambahan stok BBM untuk tiap SPBU di Kabupaten Mamuju.
(Diskominfosip/RN)