MAMUJU — Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH., M.Si., membuka Rapat Koordinasi Implementasi Jejaring Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro), sekaligus meluncurkan Gerakan TAKI ke POSYANDU, Selasa (3/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan PERSAGI Sulawesi Barat, BKKBN Sulawesi Barat, Politeknik Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran, kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju, Camat, Lurah, Kepala Desa, serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten Mamuju, baik secara langsung maupun daring.
Dalam arahannya, Sutinah menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam memantau kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita. Namun, ia mengingatkan bahwa capaian sejumlah indikator kesehatan di Mamuju masih jauh dari target yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Capaian Imunisasi dan Partisipasi Posyandu Masih Rendah
Berdasarkan data penimbangan balita hingga September 2026, partisipasi penimbangan balita di Kabupaten Mamuju baru mencapai 62,4 persen, sementara target yang ditetapkan sebesar 85 persen. Capaian imunisasi dasar lengkap bahkan masih lebih rendah, yakni 29,4 persen dari target 85 persen.
Sementara itu, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Mamuju tercatat sebesar 38,7 persen. Adapun data penimbangan rutin hingga September 2026 menunjukkan angka stunting sebesar 28,63 persen dari balita yang telah diukur. Melihat kondisi tersebut, Sutinah menyampaikan teguran kepada jajaran terkait agar tidak menganggap capaian yang ada sebagai sesuatu yang memuaskan.
“Target kita 85 persen, tapi realisasi imunisasi dasar baru 29,4 persen. Ini sudah bulan November, sisa waktu tinggal dua bulan lagi. Data ini bukan prestasi, ini sangat jauh dari harapan kita. Bagaimana kinerja Bapak dan Ibu sekalian ?” tegasnya.
Instruksikan Gerakan Grebek Stunting
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Sutinah menginstruksikan pelaksanaan aksi Grebek Stunting secara masif sepanjang November hingga Desember 2026. Ia menegaskan, upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat tidak dapat hanya dibebankan kepada tenaga medis maupun Dinas Kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh Perangkat Daerah, Pemerintah Kecamatan, hingga Pemerintah Desa dan Kelurahan.
Bupati bahkan meminta agar jadwal pelaksanaan Posyandu di seluruh wilayah segera disampaikan kepadanya. Ia bersama Wakil Bupati berencana turun langsung mendampingi kegiatan Posyandu.
“Mulai besok, saya minta jadwal Posyandu di setiap Kecamatan dan Desa diserahkan ke saya. Saya dan Pak Wakil Bupati akan turun langsung mendampingi pelaksanaan Posyandu. Saya tegaskan kepada para Camat, Kepala Desa, dan Lurah untuk wajib turun ke lapangan mengajak masyarakatnya,” ujarnya.
Desa dengan Capaian Terbaik Bakal Mendapat Insentif
Sebagai bentuk motivasi, Pemerintah Kabupaten Mamuju juga merencanakan pemberian insentif berupa tambahan alokasi anggaran bagi desa dan kelurahan yang mampu menunjukkan capaian terbaik dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di Posyandu dan cakupan imunisasi. Menurut Sutinah, pemberian insentif tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap Pemerintah Desa dan Kelurahan yang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program kesehatan masyarakat.
“Kepala daerah memiliki kewenangan untuk memberikan anggaran lebih melalui ADD sesuai prestasi desa masing-masing. Buat apa kita berikan bonus kepada Kepala Desa yang tidak pernah turun memantau Posyandu ?” katanya.
Selain mendorong peningkatan partisipasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Mamuju juga akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan Gerakan TAKI ke POSYANDU dan upaya percepatan penurunan stunting. Evaluasi direncanakan berlangsung setiap enam bulan, yakni pada Februari dan Juli, guna mengukur perkembangan program sekaligus memastikan adanya peningkatan capaian yang nyata.
Melalui gerakan tersebut, pemerintah daerah berharap Posyandu kembali menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang aktif dan mampu menjangkau lebih banyak ibu hamil, bayi, serta balita di seluruh wilayah Kabupaten Mamuju.
(Diskominfosip/AS)
