Mamuju – Bupati Mamuju yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembanguan Muhammad Jufri Badau secara resmi menutup rangkaian kegiatan Mandar Preneur Fair 2026 yang digelar di Atrium Mall Matos Mamuju, Sabtu (26/09/2026).
Kegiatan ini dihadiri Plt. Deputi Kepala Perwakilan BI Sofian Rendy Ardiansyah, Wakil I DPRD Kab. Mamuju, Unsur Forkopimda Kabupaten Mamuju, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju, dan Pelaku Usaha dan UMKM serta komunitas ekonomi kreatif dan undangan lainnya.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari mulai 24-26 September 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Barat ke-22, sekaligus sebagai ajang aktualisasi ekonomi kreatif di Sulawesi Barat.
Dalam sambutannya Bupati Mamuju yang dibacakan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan menguraikan pelaksanaan kegiatan, Mandarpreneur Fair ini adalah hasil konkret dari implementasi Mandarpreneur Ecosystem. Kita tidak hanya menampilkan produk, tapi membangun ekosistem yang menghubungkan pelaku usaha, pembiayaan inklusif, pasar, dan kreativitas,”
“selama pelaksanaan kegiatan mandarpreneur fair, sebanyak 14 UMKM terhubung (onboarding) dalam ekosistem dan mengikuti pameran produk unggulan. Hal ini diharapkan mampu mendorong perluasan akses pasar dan peningkatan daya saing produk lokal Sulbar di tingkat regional maupun nasional. Diharapkan melalui kegiatan ini menjadi wadah pembinaan dan pengembangan ekosistem dan kesejahteraan bagi UMKM di Kabupaten Mamuju khususnya dan Sulawesi Barat pada Umumnya.
Sementara itu Plt. Deputi Kepala BI, Sofian Rendy Ardiansyah dalam laporan menjelaskan salama pelaksanan Mandar Preneur Fair salama tiga hari penjualan dan perluasan akses pasar sebesar Rp. 4.038.976.000. yang didukung melalui pameran produk, penjualan langsung secara daring serta pertemuan bisnis dengan calon pembeli dan mitra usaha. Bahkan pencapaian keseluruhan atas nama Mandar Preuneur Ecosystem mencapai nilai penjualan Rp. 8.001.976.000,- Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi dan kolaborasi dapat menumbuhkan ekonomi kerakyatan yang ada di Provinsi Sulawesi Barat.
Selain pameran, Mandar Preneur Fair 2026 juga dirangkaikan dengan berbagai kompetisi kreatif untuk mendorong partisipasi masyarakat. Diantaranya lomba mewarnai bagi anak-anak TK dan SD, Lomba Koleksi Wastra Sulawesi Barat, Akselerasi Kredit Sektor Inklusi 2026, dan Lomba Model Design. Khusus Untuk Lomba Koleksi Wastra menjadi kebanggaan karena peserta dari Kabupaten Mamuju menjadi Juara. Adapun hasil tersebut adalah Juara 1 St. Arfah asal Kab. Mamuju, Juara 2 Iva Nurmaya asala Kab. Polewali Mandar dan Juara Ketiga Hikmah Khairunnisa asal Kab. Polewali Mandar. (Diskominfosip/HN)
