Mamuju – Pemerintah Kabupaten Mamuju terus memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan stunting melalui penguatan monitoring, advokasi, komunikasi dan edukasi sekaligus memastikan pelaksanaan program Taki Asuh Stunting berjalan secara optimal dan tepat sasaran. Hal tersebut mengemuka disampaikan Bupati Mamuju, Hj. Sitti Sutinah Suhardi, pada acara Kegiatan Monitoring advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi Program Bangga Kencana dan Taki Asuh Stunting Tingkat Kabupaten Mamuju. Acara digelar di Lantai 3 Kantor Bupati Mamuju dihadiri oleh Wakil Bupati Mamuju yang juga sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, Yuki Permana, Ketua DRRD Mamuju, Syamsuddin Hatta, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Wahidah Paheng, Unsur Forkopimda, Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, Lurah, Desa dan Kepala Puskesmas
Stunting bukan sekedar persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai usianya. Lebih dari itu, stunting merupakan ancaman terhadap kualitas sumberdaya manusia di masa depan. Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami hambatan dalam perkembangan fisik, kemampuan belajar, produktivitas, bahkan berpengaruh terhadap daya saing bangsa di masa mendatang.
“Sesuai dengan Visi Misi Pemerintah Kabupaten Mamuju yaitu intervensi penurunan stunting maka saya sangat mengharapkan peran serta bapak dan ibu yang menjadi orang tua asuh anak stunting untuk berperan aktif ikut menurunkan angka stunting anak asuhnya. Begitu juga peran serta maksimal tenaga lapangan keluarga berencana dan kader-kader pembantu yang ada di lapangan utuk mengawal program Taki Asuh Stunting karena permasalahan stunting ini tidak hanya di selesaikan melalui pemenuhan bahan pangan bergizi saja tetapi harus berinteraksi dengan program lainnya.
Bupati Menghimbau kepada para Orang Tua Asuh untuk Lingkup Pemkab. Mamuju agar kembali aktif dan turun ke lapangan. Kita Harus lebih semangat lagi ke lokus kegiatan Taki Asuh Stunting sehingga angka stunting di Kabupaten Mamuju dapat menurun.
Saat ini program Taki Asuh Stunting hanya diperuntukkan untuk Lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju, melalui momentum ini Bupati Mamuju mengajak lembaga Vertikal BKKBN Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan teman-teman di DPRD Kabupaten Mamuju agar turut mengambil peran menjadi Orang Tua Asuh. Kolaborasi semua stakeholders diharapkan dapat menurunkan Angka anak stunting di Kabupaten Mamuju, yang saat ini baru sekitar 1000 anak yang diintervensi.
Salah satu agenda penting diharapkan dapat mendeteksi secara dini anak yang terkena stunting adalah, Grebek Stunting. Kegiatan ini adalah mendatangi secara langsung orang tua anak yang mempunyai anak balita agar menandatangi Posyandu setiap bulan untuk menimbang anaknya. Melalui kunjungan rutin ke Posyandu juga akan dapat meningkatkan realisasi kunjungan, karena sampai saat ini hanya mencapai lima puluh persen.
Pada Kesempatan yang sama, Wakil Bupati Mamuju selaku Ketua Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS) Kabupaten Mamuju menguraikan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Mamuju masih cukup tinggi sehingga kita masih termasuk daerah dengan penyumbang angka stunting di Sulawesi Barat.
”Karenanya melalui forum ini, saya mengharapkan berbagai langkah yang telah kita laksanakan dapat lebih dimaksimalkan, termasuk pada semua tahapan aksi konvergensi. Tim yang terdiri dari berbagai lintas sektor terkait, dapat lebih serius dalam mendorong peran dan fungsi masing-masing, sehingga penanganan stunting dapat kita lakukan dengan lebih terorganisir, serta saling mndukung antara semua sumberdaya yang terlibat didalamnya. Untuk itu melalui forum ini saya meminta untuk segera memasukkan data yang di perlukan untuk penyusunan laporan TPPS semester I.
Kegiatan Monev ini juga ditandai dengan Penandatanganan Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Mamuju melalui DPPKB Kabupaten Mamuju untuk program Bangga Kencana dan Taki Asuh Stunting.
(Diskominfosip/RN)
