Berita  

Sekjen PSSI Soroti Keamanan Kompetisi dan Infrastruktur Stadion dalam Musprov PSSI Sulbar 2026

MAMUJU – Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Yunus Nusi, menekankan pentingnya penguatan keamanan kompetisi, pembenahan infrastruktur stadion, dan pembinaan talenta muda dalam arahannya pada Musyawarah Provinsi (Musprov) PSSI Sulawesi Barat periode 2026–2030 di Mamuju, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Mamuju Room, Matos Hotel Mamuju tersebut turut dihadiri Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH., M.Si., yang menyampaikan sambutan mengenai arah pengembangan sepak bola di Sulawesi Barat.

Dalam arahannya, Yunus Nusi mengingatkan bahwa keamanan pertandingan harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya pada kompetisi profesional, tetapi juga hingga pertandingan di tingkat akar rumput. Menurutnya, potensi gesekan dan kerusuhan masih dapat muncul dalam pertandingan sepak bola di lingkungan masyarakat akibat provokasi penonton maupun praktik taruhan yang tidak sejalan dengan semangat fair play. Karena itu, ia mendorong pengurus PSSI, Askab/Askot, klub, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian untuk membangun koordinasi yang lebih kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban setiap penyelenggaraan kompetisi.

Selain keamanan, Yunus Nusi memberikan perhatian terhadap pembinaan pemain usia muda. Ia menyampaikan apresiasi atas perkembangan pemain Tim Nasional Indonesia kelompok usia U-15 dan U-17 yang telah menunjukkan kemampuan bersaing dalam pertandingan internasional. Ia mencontohkan salah satu talenta muda Indonesia yang baru kembali dari Azerbaijan setelah menghadapi sejumlah negara, termasuk Fiji, Kanada, dan Portugal. Menurutnya, pembinaan atlet tidak cukup hanya melalui latihan dan kompetisi. Pemenuhan kebutuhan gizi, termasuk asupan susu dan telur, juga menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan dan performa pemain muda.

Pada aspek infrastruktur, Yunus Nusi menyampaikan bahwa PSSI telah mengajukan 26 rekomendasi pembangunan stadion kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan nilai anggaran sekitar Rp.3 Triliun. Rekomendasi tersebut mencakup pembangunan stadion baru maupun renovasi fasilitas yang sudah ada guna meningkatkan kualitas sarana olahraga dan mendukung penyelenggaraan kompetisi secara lebih baik. Ia juga mengingatkan bahwa sepak bola memiliki peran strategis sebagai alat pemersatu bangsa. Antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan ketika Tim Nasional Indonesia bertanding menjadi gambaran bagaimana olahraga ini mampu membangun rasa kebersamaan dan nasionalisme.

Sementara itu, Ketua KONI Sulawesi Barat, Syamsul Samad, menegaskan komitmen KONI dalam mendorong peningkatan prestasi olahraga daerah, termasuk sepak bola, agar mampu bersaing pada ajang Pra-PON, PON, hingga tingkat Internasional. Ia juga menilai pembenahan kelembagaan PSSI Sulbar merupakan langkah penting untuk membangun sistem pembinaan sepak bola yang terencana, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Dalam kesempatan tersebut, Syamsul Samad menyampaikan dukungan KONI Sulbar kepada Febrianto Wijaya dalam proses pemilihan Ketua PSSI Sulbar. Dukungan tersebut didasarkan pada rekam jejak Febrianto yang pernah menjadi atlet Timnas Indonesia dan pemain di kompetisi Liga Indonesia. Untuk mendukung peningkatan prestasi, KONI Sulbar juga berkomitmen menyediakan fasilitas pembiayaan yang transparan bagi cabang olahraga dan klub yang mempersiapkan diri menghadapi Pra-PON dan PON melalui kejuaraan tingkat provinsi.

Melalui penguatan organisasi, peningkatan keamanan kompetisi, pembenahan infrastruktur, dan pembinaan atlet usia dini, diharapkan sepak bola Sulawesi Barat semakin berkembang serta mampu melahirkan pemain-pemain potensial yang memperkuat klub profesional dan Tim Nasional Indonesia.
(Diskominfosip/AS)