MAMUJU — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi lokasi pembibitan kakao di Lingkungan Tambi, Kelurahan Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wapres berdialog langsung dengan petani dan masyarakat untuk mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Kunjungan tersebut didampingi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi, Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana, Kapolda Sulawesi Barat, Danrem, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat serta jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya dan dihadiri sekitar 300 orang Ketua dan Anggota Kelompok Tani.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para petani untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini memengaruhi aktivitas dan produktivitas pertanian, khususnya komoditas kakao. Beberapa di antaranya menyangkut distribusi pupuk subsidi, kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), kondisi akses jalan, hingga fluktuasi harga jual kakao.
Petani Keluhkan Distribusi Pupuk Subsidi
Salah satu persoalan yang disampaikan petani adalah ketidaksesuaian antara kebutuhan pupuk subsidi dengan kuota yang tersedia. Padahal, kebutuhan kelompok tani telah didata melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).
Menanggapi hal tersebut, Gibran mengatakan pemerintah akan mengoordinasikan persoalan distribusi pupuk dengan Kementerian Pertanian agar kuota dan penyalurannya sesuai kebutuhan petani.
“Harusnya ketersediaan pupuk sesuai dengan e-RDKK-nya. Mengenai permasalahan pupuk subsidi ini, nanti akan langsung kita koordinasikan dengan Kementerian Pertanian agar kuota dan penyalurannya tepat sasaran,” ujarnya.
Selain pupuk, petani juga menyampaikan kebutuhan sejumlah peralatan pendukung pertanian, seperti pompa air, tandon, chainsaw, dan hand sprayer elektrik untuk penanganan hama.
Wapres merespons aspirasi tersebut dengan meminta agar kebutuhan yang memungkinkan segera dipenuhi melalui pengadaan langsung.
“Nanti yang bisa segera kita adakan, kita pengadaan langsung saja untuk dibagikan di sini. Ketersediaan pupuk dan obat hama ini sangat penting,” katanya.
Akses Jalan dan Harga Kakao Jadi Perhatian
Persoalan infrastruktur jalan juga menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat. Kondisi jalan yang belum memadai dinilai menyulitkan petani dalam mengangkut hasil panen dari lokasi perkebunan menuju pasar.
Gibran menegaskan, peningkatan produksi pertanian harus didukung infrastruktur yang memadai. Menurutnya, perbaikan akses jalan menjadi bagian penting agar hasil pertanian dapat didistribusikan dengan lancar.
“Kalau pupuknya sudah baik, hamanya hilang, dan produksinya meningkat, tetapi jalannya masih rusak, ya percuma. Kita akan koordinasikan terus dengan pemerintah daerah. Kita lihat kekuatan fiskalnya untuk diajukan dan dilaporkan ke pimpinan,” jelasnya.
Selain persoalan jalan, petani turut menyampaikan keluhan mengenai fluktuasi harga kakao dan ketergantungan terhadap pengepul dalam menjual hasil panen.
Menanggapi hal tersebut, Wapres menyebut kakao sebagai komoditas yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kualitas produksi.
Dialog Juga Bahas Kebutuhan Nelayan
Selain menyerap aspirasi petani, dalam kesempatan tersebut Wapres juga berdialog mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat nelayan, termasuk kebutuhan solar subsidi serta dukungan fasilitas cold storage dan pabrik es untuk menunjang aktivitas perikanan. Dalam dialog itu disampaikan bahwa sebagian fasilitas tersebut telah mulai beroperasi.
Setelah berdialog dengan petani di lokasi pembibitan kakao Lingkungan Tambi, Gibran melanjutkan agenda kunjungannya dengan meninjau pelaksanaan program bedah rumah serta kondisi fasilitas pendidikan di wilayah Mamuju.
(Diskominfosip/AS)
